Kamis, 04 Mei 2023

Gelar TFG, Kapolri Tekankan Personel Harus Pahami Tugas dan Cara Bertindak saat Amankan KTT ASEAN

Gelar TFG, Kapolri Tekankan Personel Harus Pahami Tugas dan Cara Bertindak saat Amankan KTT ASEAN

NTT - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau secara langsung kegiatan Tactical Floor Game (TFG) pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Sigit, simulasi pengamanan itu dilakukan untuk semakin memantapkan pola pengamanan pada seluruh rangkaian event internasional tersebut. Nantinya, TFG juga akan digelar bersama dengan jajaran TNI.

"Jadi latihan yang kita laksanakan pagi ini, tentunya merupakan bagian dari upaya untuk mempersiapkan rencana yang akan kita laksanakan untuk menggelar rangkaian pengamanan. Yang tentunya, nanti akan dilaksanakan bersama dengan rekan-rekan dari TNI," kata Sigit usai meninjau Tactical Floor Game di Labuan Bajo, Kamis, 4 Mei 2023.

Tactical Floor Game tersebut dihadiri oleh seluruh personel Polri yang tergabung dalam delapan satuan tugas (satgas) pengamanan KTT ASEAN. Diantaranya adalah, satgas Preemtif, Preventif, Walrolakir, Tindak, Gakkum, Anti-Teror, Humas, dan Banops.

Sigit menegaskan, seluruh personel kepolisian yang tergabung dalam delapan satuan tugas tersebut harus mampu memberikan pengamanan yang optimal dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

"Ada beberapa persoalan yang disampaikan, tentunya ini menjadi tugas dari satgas yang kita persiapkan mulai dari Preemtif, Preventif satgas Penindakan, Gakkum, satgas terkait Pengawalan Rute, kemudian satgas bantuan lainnya, yaitu satgas Banops," ujar Sigit.

Sigit menekankan, dengan diselenggarakannya Tactical Floor Game ini, seluruh personel kepolisian khususnya, mampu untuk memahami tugasnya masing-masing serta cara bertindak, terutama ketika menemukan dinamika persoalan di lapangan.

Tak hanya itu, Sigit menyebut, dengan tergelarnya simulasi ini. Diharapkan dapat terjalin komunikasi dan koordinasi yang baik sesama satgas kepolisian, TNI maupun pihak terkait lainnya.

"Kita harapkan dengan latihan yang kita lakukan hari ini, masing-masing anggota mengerti apa yang menjadi tugasnya, bagaimana koordinasi antar-satgas dan kemudian bagaimana koordinasi dan komunikasi pada saat menerima informasi dan arahan dari para pimpinan yang berada di lapangan ataupun yang di Command Center," ucap Sigit.

Dengan adanya persiapan yang matang, Sigit menegaskan, seluruh personel kepolisian, TNI dan pihak terkait lainnya mampu menciptakan pengamanan yang optimal demi mensukseskan KTT ASEAN tersebut.

"Jadi mudah-mudahan, ini semua tentunya bisa memberikan persiapan kita dalam pengamanan yang akan kita laksanakan beberapa hari mendatang," tutup Sigit.





 

GIAT SILATURAHMI KAPOLRES KEPL. SANGIHE KE KANTOR SINODE GMIST TAHUNA

 GIAT SILATURAHMI KAPOLRES KEPL. SANGIHE KE KANTOR SINODE  GMIST TAHUNA.

Hari ini Kamis  04 Mei Tahun 2023, Pukul 10.30 WITA,  Kapolres Kepl. Sangihe AKBP DHANA ANANDA SYAPUTRA S.H.,S.I.K.,M.Si. dan PJU Polres Kepl. Sangihe lainnya, Melaksanakan Giat Silaturahmi di Kantor Sinode Gmist Tahuna.

Adapun yang ikut hadir dalam giat silaturahmi tersebut :
1. Kapolres Kepl. Sangihe AKBP DHANA ANANDA SYAHPUTRA S.H.,S.I.K.,M.Si
2. Kabag Ops Polres Kepl. Sangihe KOMPOL JOHANIS SASEBOHE S.Sos
3. Kasat Intelkan Polres Kepl. Sangihe IPTU TEZZA ARBIE
3. Kasat Lantas Polres Kepl. Sangihe IPTU ISMAIL DIKO.
4. Kasat Reskrim Polres Kepl. Sangihe IPTU FADHLY S.Tr.K, M.H
5. Ketua Umum Pdt Dr WELMAN BOBA
6. Ketua Misi, Pdt JACOB A. MADEA, M.Th., M.Pdk.
7.  Ketua Wirausaha, Pdt. EPRAIM DIAMANIS, S. M.Th.
8. Ketua Organisasi,  Pdt ALEX. E. TANTU. S.Th., M.Si.
9. Sekertaris Pelaksana, Pdt RONNY LEWERISSA. S.Th., M.Si. 









Selasa, 02 Mei 2023

Pelaksanaan Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Personil Polres Kepl. Sangihe Periode 1 Mei 2023.

 Pelaksanaan Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Personil Polres Kepl. Sangihe Periode 1 Mei 2023.

Pada hari ini Selasa tanggal 2 Mei  2023 pukul, 08.00 Wita s.d selesai, di Aula Sanika Satyawada Polres Kepl. Sangihe, telah dilaksanakan kegiatan upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian Personil Polres Kepl. Sangihe Periode 1 Mei 2023.

Kapolres Kepl. Sangihe  AKBP DHANA ANANDA SYAHPUTRA S.H., S.I.K., M.Si. sebagai Inspektur Upacara:

Adapun Personil yang mendapat kenaikan Pangkat Pengabdian antara lain:
1. Kompol W. PANDESOLANG dinaikan pangkat setingkat menjadi AKBP;
2. AKP TOMY OROH dinaikan pangkat setingkat menjadi KOMPOL.






 

Ketua MUI Sulut Apresiasi Pengamanan Idul Fitri 1444 H di Sulawesi Utara Berjalan Baik

 Ketua MUI Sulut Apresiasi Pengamanan Idul Fitri 1444 H di Sulawesi Utara Berjalan Baik

MANADO, Humas Polda Sulut - Pelaksanaan Operasi Ketupat Samrat tahun 2023 dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah di Sulawesi Utara berjalan dengan baik, aman dan lancar.

Hal tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya datang dari tokoh agama di Sulut, yaitu KH. Abd Wahab Abd Gafur, LC yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara.

"Selama bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah, disusul dengan Lebaran 1 Syawal dan tradisi orang Sulut yaitu Halal Bi Halal, selama pengamatan saya sebagai Ketua MUI Sulut, berjalan dengan baik, aman, tentram dan damai," ujarnya, ditemui di kediamannya di Pomorouw Manado, Senin (1/5/2023).

Ini lanjutnya, berkat kerja keras dari aparat keamanan, yaitu Kepolisian, TNI dan instansi terkait lainnya.

"Alhamdulillah sampai puncak 1 Syawal 1444 H, situasi kamtibmas dalam keadaan aman dan damai. Saya sebagai Ketua MUI Sulut mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan, yang sudah melaksanakan tugas pengamanan dengan baik, sehingga daerah Sulawesi Utara tetap aman dan damai," ucap KH Abd Wahab Abd Gafur.

Secara khusus Ketua MUI Sulut juga memberikan apresiasi kepada Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda yang sudah antusias memperhatikan Sulawesi Utara dengan baik," katanya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara atas partisipasinya menjaga kamtibmas selama Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H.

"Kami juga sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga termasuk ormas non muslim yang sudah  berpartisipasi menjaga kamtibmas selama bulan puasa dan perayaan Idul Fitri. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah, minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin," pungkasnya.




 

Minggu, 30 April 2023

Sinergitas TNI-Polri di Wilayah Perbatasan

Sinergitas TNI-Polri  dalam bersama melaksanakan Pengamanan kegiatan Ibadah digereja diwilayah Perbatasan NKRI Indonesia-Filipina Kec. Kepl. Marore.

Pada hari ini Minggu tanggal 30 April 2023 pukul 09.30 Wita s.d selesai, Polsek Marore telah melaksanakan kegiatan Sinergitas TNI-Polri  dalam bersama melaksanakan Pengamanan kegiatan Ibadah digereja gereja diwilayah Perbatasan NKRI Indonesia - Filipina Kec. Kepl. Marore. 





SINERGITAS TNI-POLRI LAKSANAKAN KERJA BAKTI DI RUMAH IBADAH

 Sinergitas TNI-Polri  Laksanakan Kerja Bakti di Mesjid Agung At-Taqwa Tidore,

Pada hari ini Minggu tanggal 30 April 2023 pukul 08.00 Wita s.d selesai, Mesjid Agung At-Taqwa Tidore Kel. Tidore Kec. Tahuna Timur.

Pelaksanaan kerja bakti ini adalah bentuk Sinergitas TNI- Polri, yang mana TNI-Polri tetap Solid serta tetap memberikan pelayanan / Bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,serta tetap Setia Menjaga Perbatasan NKRI.
#divisihumaspolri
#humadpoldasulut
#humaspolreskeplsangihe


 

Senin, 30 Januari 2023

WASPADA JARINGAN TERORISME DI LINGKUNGAN ANDA

 


Pencegahan Masuknya Paham Radikalisme Di Kalangan Generasi Muda

Pencegahan Masuknya Paham Radikalisme Di Kalangan Generasi Muda


“Jangan sampai anak-anak muda terpengaruh dengan paham-paham radikal karena paham radikal bukan saja bisa mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara tapi juga bisa merusak kehidupan rumah tangga dan masa depan pemuda. Apalagi penyebaran paham radikalisme saat ini sangat marak disebarkan melalui media sosial dengan sasarannya adalah anak-anak muda,"


Selanjutnya upaya mencegah paham radikalisme, diantara upaya tersebut adalah:

  1. Membentuk Team Cyber Anti-Radikalisme dan Anti-Narkoba
  2. Mereview Kegiatan/Program yang tidak prioritas dan menggantinya dengan Kegiatan Anti-Radikalisme.
  3. Mensosialisasikan ajaran Agama yang santun, saling menghargai, saling menghormati, damai, toleran, hidup rukun, menerima keberagaman dan kemajemukan, memiliki rasa cinta Tanah Air dan bela Negara serta ajaran agama yang Rahmatan Lil’alamin
  4. Memberdayakan peran Penyuluh Agama Fungsional/Penyuluh Non-PNS, Muballigh, Penceramah dan KUA Kecamatan dalam upaya pencegahan paham Radikalisme
  5. Memberdayakan Lembaga Pendidikan Agama Formal (RA/BA, MI, MTs dan MA) maupun Lembaga Pendidikan Agama Non-Formal (TKQ, TPQ, DTA dan Pondok Pesantren) dalam upaya Pencegahan Paham Radikalisme kepada Santri/Siswa
  6. Pembinaan Agama bagi siswa di sekolah-sekolah melalui Guru Pendidikan Agama untuk mencegah masuknya paham radikalisme.
  7. Menjalin hubungan koordinatif dengan Lembaga/Ormas Keagamaan Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu dalam upaya mencegah Paham Radikalisme
  8. Bermitra dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan FKUB dalam Mewujudkan Tri Kerukunan Agama.
  9. Melakukan penanggulangan paham Radikalisme dengan edukasi masyarakat, penyuluhan, bimbingan masyarakat di sekolah, keluarga, pesantren, majelis taklim, serta sejumlah program seperti dialog, workshop, dan diklat.
  10. Melakukan pemulihan paham Radikalisme yang dilakukan dengan penyuluhan dan konseling, misalnya,  terhadap eks-NAPI teroris. 

 

PENANGGULANGAN TERORISME/RADIKALISME DAN INTOLERANSI

Humas membentuk opini publik dengan lebih mengarah ke rasio daripada emosi dan naluri (insting), tugas dari humas adalah mengembangkan opini yang rasional, bukan yang bersifat emosional, terhadap isu yang kontroversial ,Saat membentuk atau mengubah opini publik tentang isu kontroversial, humas dapat menyajikan informasi yang relevan sehingga opini publik yang timbul adalah produk dari pengetahuan dan pemillihan atas dasar pertimbangan rasional.

Dalam bab Dinamika Opini Publik, humas dapat mengembangkan pola rasional dalam merespon opini publik dengan cara:

  1. Memberi publik lebih banyak keterangan atau penjelasan (berupa laporan, gambar, foto) untuk menanggapi isu yang kontroversial;
  2. Memberi perhatian yang lebih besar pada individu-individu sebagai kelompok yang menghadapi isu kontroversial

Pembahasan opini publik merupakan hal yang cukup mendasar bagi pekerjaan di bidang kehumasan. Rhenald Kasali (2000) menyebutkan bahwa organisasi di manapun tidak akan lepas dari munculnya opini di masyarakat, karena sifat komunikasi yang dilakukan menyangkut manusia yang memiliki kebebasan untuk mengeluarkan pendapat. Apalagi jika organisasi berhadapan dengan publik yang memiliki kepentingan dan latar belakang yang berbeda-beda. Sehingga praktisi kehumasan diharapkan dapat memahami opini yang sedang berkembang di masyarakat, apalagi jika berkaitan dengan organisasinya.

Opini publik tidak terbentuk begitu saja, ada proses yang dipengaruhi berbagai macam faktor. Ketika sebuah isu yang diyakini sekelompok kecil individu berkembang dan disebarluaskan kepada kelompok yang lebih luas akan membuat masyarakat yang awalnya tidak terpengaruh pada isu tersebut menjadi lebih peduli. Apalagi jika diperkuat dengan paparan informasi lain secara berkesinambungan, opini publik ini akan meluas dan diyakini oleh banyak orang yang awalnya tidak mendukung. Sikap dan opini masyarakat tidaklah semata-mata dipengaruhi oleh berita tunggal yang dikeluarkan pada hari itu, melainkan oleh berita-berita yang muncul dan beredar dalam beberapa tahun belakangan secara berkesinambungan (Kasali, 2000).

Salah satu contoh kasus tentang opini publik yang dihadapi oleh humas pemerintah adalah terkait isu legalisasi ganja. Selama ini, narkotika dianggap sebagai zat adiktif yang berbahaya untuk dikonsumsi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, anggapan ini diyakini oleh masyarakat secara umum. Namun berkembangnya media digital dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk menggeser opini publik bahwa zat tertentu seperti ganja dapat dilegalkan karena dapat dimanfaatkan untuk kepentingan medis. Adanya kelompok pressure group yang pro legalisasi ganja menyuarakan aktivisme gerakan bertujuan mempengaruhi kebijakan pemerintah melalui opini publik yang berkembang. Tujuannya adalah mengubah regulasi terkait ganja agar dapat legal digunakan jika ada kepentingan medis.

KBO SAMAPTA IPDA JOTAM TAKAHEGESANG, BERSAMA TIMNYA LAKSANAKAN KEGIATAN KRYD

 Pelaksanaan Kegiatan Patroli / Yang di tingkatkan (KRYD) Sat Samapta Polres Kepl Sangihe Pada hari ini Selasa tanggal 16 Mei 2023, pukul 08...